Kata siapa menghafal tidak penting? Saya bertanya hal ini kepada teman yang mempunyai pendapat “yang penting dimengerti bukan dihafal” atau ada teman yang berujar “menghafal itu tidak penting, yang penting praktek” dan kalimat-kalimat lain yang semisal.


contoh cara menghafal dengan mudah


Saya menghormati pendapat-pendapat di atas. Namun izinkan saya mengeluarkan sebuah pendapat bahwa menghafal itu adalah salah satu kunci dari aktivitas pembelajaran.

Contohnya adalah:

- Dengan menghafal sistem periodik dan sifat-sifat kimia, maka Anda akan bisa melakukan praktik dan percobaan kimia.

- Dengan menghafal konsep dasar energi, teori gerak dan kecepatan, serta siklus kerja mesin, maka seorang engineer dapat membuat sebuah mobil hemat bahan bakar.

- Dengan hafalnya seseorang akan konsep adab Islam sehari-hari seperti: makan dengan tangan kanan, senyum kepada saudara adalah sedekah, mengucapkan salam jika bertemu, dan seterusnya, maka ia akan dapat mempraktekkan dan mengamalkan ilmu tersebut dengan mantap dan yakin.

- Dengan hafalnya programmer akan syntax-syntax dan konsep algoritma pemrograman, maka ia akan dengan mudah membuat program/aplikasi yang memudahkan umat manusia.

- Dengan hafalnya seorang insan akan bacaan shalat serta surat-surat dari Al-Qur’an, maka ia akan mengamalkan shalat wajib 5 kali dalam sehari.

- Dengan mengetahui hukum-hukum tajwid dan menghafalnya, maka seseorang akan dapat mengaji dengan benar dan lancar.

- Dan seterusnya.


Dari fakta-fakta di atas, tampaklah bahwa praktek atau pengamalan memerlukan pemahaman dan hafalnya teori atau konsep dasar.

Dari contoh-contoh tersebut akhirnya kita mengetahui bahwa aktivitas menghafal adalah salah satu aktivitas pembelajaran yang sangat penting.


teknik menghafal yang mudah



Nah, sekarang pertanyaan lanjutannya adalah “Bagaimana sih cara menghafal yang mudah itu?“.

Saya menjumpai beberapa teman yang mempunyai pertanyaan dengan nada yang sama.

Mereka mengaku kesulitan dan menghafal sesuatu dan berujar dengan ujaran seperti di bawah ini:

- Kok sudah banget ya saya menghafal juz 30, sudah berulang-ulang dibaca tapi masih lupa juga.

- Perasaan saya sudah dapat kosakata ini deh, tapi saya lupa, padahal sudah pernah menghafalnya.

- Saya selalu melihat rumus-rumus fisika di buku catatan sewaktu mengerjakan soal-soal latihan, soalnya saya suka lupa rumusnya.

- Dan ungkapan-ungkapan lain yang senada dengan ekspresi di atas.


Di bawah inilah jawaban cara menghafal yang mudah menurut pengalaman saya. Tiap-tiap orang punya cara tersendiri dalam menghafal. Tidak ada benar dan salah disini.

Ini adalah cara saya dan menurut pengalaman saya. Disini saya hanya berbagi pengalaman, syukur-syukur jika ada yang terinspirasi dan terbantu dengan cara saya ini dan mempraktekkannya.

Ohya, jangan lupa dishare ke teman-teman lainnya ya jika dirasa info ini bermanfaat dan membantu kamu.

Cara Menghafal Dengan Mudah


- Kunci dalam aktivitas menghafal adalah menemukan cara menghafal yang cocok untuk kamu.
Jika kamu sudah menemukan cara yang cocok, maka fokus dengan itu dan kamu akan menemukan bahwa diri kamu adalah penghafal yang hebat.

- Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan hafalan dan pemahaman yang benar.

- Sabar dalam menjalani proses menghafal.

- Jika kamu sabar dalam prosesnya, kamu akan menemukan dirimu selalu enjoy didalam aktivitas menghafal ini, selanjutnya aktivitas ini akan terasa dilalui dengan mudah.

- Kunci utama dalam aktivitas menghafal adalah mengulang.
Poin ini terkait dengan poin ke tiga, kamu harus sabar dalam mengulang-ulang pelajaran.

Penjabaran dari poin ini adalah:

* Jika membaca tiga kali kamu belum hafal, maka ulangi terus sampai lima kali.

* Jika mengulang lima kali belum hafal juga, ulangi terus sampai sepuluh kali.

* dan seterusnya.

- Otak manusia bisa diumpamakan pisau, semakin diasah justru semakin tajam.
Pengalaman saya terkait dengan hal ini adalah awal mula saya menghafal ayat Al-Qur’an yang panjangnya medium (tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang).

Mulanya saya mengulang-ulang 20 kali untuk hafal diluar kepala, namun lama-kelamaan mengulang 10 kali langsung hafal.

- Membagi bahan hafalan kedalam bagian-bagian yang lebih kecil.
Contohnya: Jika kamu ingin menghafal 12 ayat, maka bagilah menjadi 4 bagian. Jadinya 3 ayat dalam satu sesi hafalan.

Jika sudah hafal, maka lanjutkan tiga ayat berikutnya, dan begitu seterusnya.

Terakhir, sambung bagian-bagian kecil tadi dengan mengulang keseluruhan ayat dalam satu sesi hafalan.

- Cari waktu-waktu untuk menghafal yang menurut kamu cocok.
Sebagian orang cocok untuk menghafal di sepertiga malam sebelum subuh, sebagian lagi merasa nikmat menghafal setelah subuh, yang lainnya cocok untuk menghafal setelah ashar.

Intinya cobalah menghafal diwaktu-waktu yang menurut kamu pas, jika sudah nyaman diwaktu tersebut, fokus diwaktu itu untuk menghafal.

- Lakukan olah-raga secara teratur.
Olah raga membuat aliran darah lancar mengalir ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

- Mengkonsumsi makanan/minuman bergizi.
Contohnya: madu, kismis, dan makanan kaya protein lainnya.

- Istirahat yang cukup dan berkualitas.
Tubuh kita ini perlu istirahat sebagaimana mesin perlu beristirahat setelah bekerja. Istirahat yang cukup membuat badan dan fikiran segar.

- Pelajari trik dalam menghafal.
Misalnya trik jembatan keledai, yaitu berupa singkatan-singkatan yang aneh dan lucu yang menjabarkan tentang materi yang kita hafal.

Contoh:

Untuk memudahkan menghafal unsur golongan 1A, jembatan keledainya adalah:
Herlina kawin Robin cemas frustasi.
Untuk unsur: H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr

Dengan menyingkat dengan kalimat-kalimat unik ini, maka kamu akan mudah menghafal. Maka tugas kamu sekarang adalah cari dan buat sekreatif mungkin jembatan keledai versimu.

- Pada poin nomor satu disebutkan tentang menemukan cara menghafal yang paling sesuai dengan kamu atau paling cocok dengan kamu. Sekarang timbul pertanyaan lagi, bagaimana menemukan cara atau metode yang cocok untuk menghafal?

Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah mencoba semua cara atau mencoba semua metode, lalu lakukan perbandingan semua metode tersebut. Manakah metode jika kamu menggunakan metode tersebut, kamu dapat menghafal dengan cepat.

Saya akan menguraikan cara-cara berdasarkan pengalaman saya. Silakan kamu mencoba sendiri dan mengukur metoda mana yang paling pas untuk kamu.


cara menghafal yang benar agar tidak mudah lupa


Cara dan metode menghafal


- Membaca dengan keras.

- Membaca dalam hati.

- Mendengar dari orang lain.

- Membaca lalu menutup mata sambil mengulang informasi yang dibaca tadi.

- Menulis materi yang dihafal.

- Menulis materi di kertas atau di papan tulis, lalu menjelaskan kepada orang lain.

Itu saja pengalaman saya. Tidak banyak-banyak. Mari kita kupas satu persatu.


Membaca dengan keras


Metode ini adalah metode termudah. Mengapa? karena kamu tinggal membaca saja tanpa berusaha menghafal.

Metode ini merupakan gabungan dari metode membaca dan mendengar (mata dan telinga). Kamu membaca dengan keras lalu telinga kamu mendengar suara kamu bacaan tersebut.

Untuk mempraktekkan metode ini, syarat mutlak yang harus diperlukan adalah kesabaran. Mengapa? kamu harus sabar dalam melakukan pengulangan membaca materi hafalan.

Untuk awal-awal misalnya kamu memerlukan pengulangan sebanyak 30 kali, saya yakin jika kamu membiasakan metode ini dan bersabar dalam prosesnya, lama-kelamaan jumlah pengulangan akan berkurang. Tidak percaya? Silakan coba.


Membaca dalam hati


Metode ini fokus pada kekuatan visual. Membaca dengan tidak menggerakkan bibir alias membaca dalam hati disertai perenungan.

Pada konsepnya metode ini sama dengan metode di atas. Namun cara ini fokus pada pengulangan membaca yang dilakukan tanpa suara (dalam hati).


Mendengar dari orang lain


Ini adalah cara yang mudah juga. Kamu hanya mendengar materi hafalan dari orang lain. Jika tidak ada orang lain yang membacakan materi hafalan, kamu bisa merekam suaramu (recording) di hapemu.

Cara ini biasanya dilakukan anak-anak kecil ketika menghafal juz 'amma, anak tersebut dibacakan ayat lalu ia mendengarkan setelah itu ia mengikuti dan melafalkan ayat yang dibacakan tersebut. Dan hal itu terus dilakukan berulang-ulang sampai hafal.


Membaca lalu menutup mata sambil mengulang informasi yang dibaca


Terus terang, ini adalah cara saya dalam menghafal sesuatu. Prakteknya adalah lakukan aktivitas membaca, baik baca dengan suara keras atau membaca dalam hati sambil berusaha mengingatnya. Setelah itu tutup bacaan tadi, lalu berusaha mengulangnya. Lakukan hal tersebut berulang-ulang sampai hafal.

Biasanya frekuensi pengulangan metode ini lebih kecil dari frekuensi pengulangan dengan metode membaca saja (tanpa berusaha dihafal).

Sebagai contoh:

Saya kurang lebih pernah mengalaminya ketika saya mencoba menghafal ayat yang panjangnya satu baris. Ketika saya mencoba metode membaca berulang-ulang tanpa berusaha menghafal, saya ulang-ulang terus membaca sampai 30 kali barulah saya bisa mengulang ayat tersebut dengan sempurna.

Lalu saya mencoba menghafal dengan panjang ayat yang hampir sama, namun menggunakan metode membaca sambil berusaha menghafal, maka hanya dengan 10 kali pengulangan saya mampu menghafal ayat tersebut dengan baik.


Menulis materi yang dihafal


Ini adalah cara yang dipakai dan dipraktekkan anak saya yang nomor dua. Saya memperhatikan ia dalam aktivitas belajarnya. Ia lebih banyak mengonsumsi kertas HVS (kertas buram) dari adik dan kakaknya. Mengapa? setelah saya selidiki lebih dalam, ternyata ia selalu menuliskan hal-hal yang ingin dihafalnya pada kertas tersebut.

Cara ini adalah cara yang saya gunakan sewaktu SMA dahulu ketika menghafal rumus-rumus matematika dan fisika. Saya hanya menulis berulang-ulang rumus semisal F = m x a  atau
S = v x t, atau rumus yang lebih panjang, dan seterusnya.

Biasanya tak lebih dari tujuh kali menulis, saya sudah lancar menulis rumus tersebut tanpa melihat buku panduan.


Mengajarkan kepada orang lain


Ini saya praktekkan ketika belajar bahasa Inggris. Ketika saya belajar konsep present tense dan past tense serta menghafal kata kerja bentuk pertama dan kedua, saya melakukan metode ini. Bagaimana caranya?

Pertama-tama saya tulis konsepnya present tense dan past tense di kertas, saya tulis berupa bagan atau diagram. Saya juga tulis vocabulary kata kerja beserta bentuk pertama dan keduanya, baik yang regular verb maupun irregular verb.

Berbekal dengan tulisan itu, saya coba jelaskan konsep tersebut beserta contoh kata kerjanya kepada orang lain. Jika tidak ada orang lain, tetap saya lakukan hal tersebut (pura-pura jadi guru dan menjelaskan kepada murid-muridnya).

Ohya, dalam hal menulis catatan atau ringkasan untuk bahan pengajaran, ada beberapa teknik yang bisa kamu lakukan. Bisa dengan model diagram, tabel, diagram yang mempunyai panah ke sub diagram, metode pencatatan cornell, dan seterusnya. Kamu dapat menggunakan catatan versi kamu sendiri.

Itulah cara menghafal yang pernah saya praktekkan. Saya pernah menggabungkan dua atau tiga cara dalam satu sesi menghafal, pernah juga hanya mempraktekkan satu cara saja. Intinya cara yang kira-kira kita mudah menghafalnya dan cepat.


Bagaimana menentukan cara tersebut cocok dengan kita? Jawabannya adalah:


- Lakukan semua metode hafalan satu-persatu.

- Lakukan metode di atas dengan materi hafalan yang kuantitasnya sama. Misalnya sama-sama satu lembar hafalan.

- Lakukan pencatatan pada setiap metode, berapa kali pengulangan dilakukan sampai kamu hafal diluar kepala.

- Bandingkan jumlah pengulangan pada setiap metode. Cari yang terkecil, itulah metode yang cocok untuk kamu.

- Tentu cara di atas belumlah akurat 100% dalam menentukan metode mana yang cocok untuk kamu, banyak faktor lain yang harus diperhatikan seperti kondisi ketika menghafal, dan seterusnya.


memori menghafal daya ingat agar tidak lupa pelajaran



Kesimpulan


Sekarang kamu sudah tahukan cara menghafal yang mudah. Intinya diperlukan kesabaran dalam proses menghafal dan menemukan gaya dan cara menghafal yang cocok untuk kamu yang disesuaikan dengan kondisi dan materi hafalannya. Jika sudah menemukan gaya menghafal yang cocok dengan anda, maka anda dapat menghafal dengan cepat dan tidak mudah lupa.

Selamat mencoba dan mempraktekkannya. Saya yakin ketika kamu sungguh-sungguh dalam mempraktekkan cara apapun itu dengan konsisten dan sabar, maka kamu akan menemukan bahwa kamu adalah penghafal yang hebat.

Terakhir, cara dan metode saya ini berdasarkan pengalaman. Saya yakin, kamupun punya metode tersendiri. Tidak ada salah dan benar dalam hal ini, yang ada adalah apakah kamu bisa menghafal dengan mudah atau tidak, apakah kamu bisa menghafal dengan cepat atau tidak.

0 comments:

Post a Comment