Ada banyak penyakit endemik yang kita ketahui, salah satunya adalah penyakit tifoid atau bisa disebut juga demam tifoid.

Dalam bahasa awamnya, penyakit endemik adalah penyakit yang bila orang yang terinfeksi sebuah penyakit, maka orang tersebut dapat menularkannya kepada orang lain di daerahnya (pada populasi tempat dimana dia menetap)

Ada juga istilah pandemik. Pandemik adalah epidemik yang terjadi dalam daerah yang lebih luas (berbagai daerah/negara).

Contoh penyakit endemik selain tifoid dan paratifoid adalah : TBC, DBD, Malaria, dan lainnya.

Tulisan kali ini saya khususkan untuk menginformasikan tentang penyakit tifoid, tanda dan gejala demam tifoid, apa yang harus dilakukan jika menemukan gejala demam tifoid, dan pengobatan tifoid.

Sumber informasi untuk tulisan ini adalah dari brosur yang berisi info tentang tifoid yang dibuat oleh Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Jakarta Pusat.


demam tifoid tanda dan gejalanya serta pengobatannya



Apa itu Tifoid?


Tifoid dan paratifoid adalah penyakit endemik dan dapat ditemukan sepanjang tahun di Indonesia.


Sebab penyakit Tifoid atau demam Tifoid


Demam tifoid dapat disebabkan oleh kurang baiknya penyediaan air bersih, sanitasi lingkungan yang kurang baik, dan kebersihan individu yang kurang.


Pengertian Demam Tifoid


Penyakit Tifoid atau demam Tifoid merupakan penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh ineksi kuman salmonella typhi atau salmonella paratyphi.


Bagaimana penularan penyakit Tifoid?


Penularannya dapat terjadi melalui kontak antar manusia. Bisa juga terjadi jika makanan atau minuman yang dikonsumsi terkontaminasi kuman.

Masa tunas/inkubasi demam tifoid berlangsung 10-14 hari.



tes widal untuk demam tifoid




Apa Gejala orang yang terkena Tifoid?


- Minggu 1

Demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, nafsu makan menurun, mual , muntah, susah buang air besar, atau bisa juga diare.


- Minggu 2

Gejala lebih jelas berupa demam yang tinggi terus menerus, lidah yang kotor ditengah, tepi dan ujung yang merah, pembesaran hati, limpa, perut kembung.

- Komplikasi

Dapat menyebabkan komplikasi seperti: pendarahan, perforasi (bocor usus), komplikasi ke organ lain yaitu paru, ginjal, bahkan otak.


Apa yang harus dilakukan jika menemukan gejala Tifoid pada kita atau anak kita?


- Periksalah ke dokter klinik penyakit dalam atau klinik anak (jika pasien anak) di Rumah Sakit.

- Periksa laboratorium sesuai gejala dan anjuran dokter.

Tes Widal: dilakukan pada akhir minggu ke 1 dan awal minggu ke 2.

Anti salmonella Typhi IgM : deteksi infeksi akut sensitif setelah 3-4 hari terjadinya demam.


Pengobatan Tifoid


- Istirahat yang cukup, makan makanan lunak dan rendah serat.

- Obat-obatan untuk meredakan gejala.

- Antibiotik untuk kuman salmonella.


0 comments:

Post a Comment