Ketika saya mengantarkan ayah saya berobat ke RSPJ (Rumah Sakit Pertamina Jaya) Cempaka Putih Jakarta Pusat, sambil menunggu selesainya ayah berobat saya membaca sebuah buletin. Buletin tersebut adalah Buletin RSPJ edisi Juli 2017.
Saya membaca tentang layanan Bronchoscopy (atau bronkoskopi) karena saya ingin mengetahui informasi tentang hal ini.
Oleh sebab ini adalah informasi bermanfaat bagi pasien atau keluarga pasien yang mengalami masalah pada sistem respirasi seperti batuk berdarah, batuk kronis, dan lainnya maka saya tulis informasi ini ke blog. Saya harap informasi ini dapat tersebar luas bagi pasien atau keluarga pasien yang ingin mengobati penyakit tersebut.
Batuk berdarah
Istilah batuk berdarah sering kita dengar. Istilah kedokteran dari batuk berdarah adalah hemoptisis atau hemoptoe.
Apa batuk berdarah itu?
Hemoptisis/hemoptoe adalah keluarnya darah atau dahak berdarah dari paru-paru dan tenggorokan (saluran pernapasan) ketika batuk.
Yang harus diperhatikan, batuk darah tidak sama dengan pendarahan dari mulut, kerongkongan, atau saluran pencernaan yang biasanya dikeluarkan melalui muntah. Jadi harus dibedakan antara dua hal tersebut.
Intinya, pada batuk berdarah, darah keluar ketika batuk dan sering terlihat bergelembung seperti berbusa karena berbusa karena bercampur dengan udara dan lendir.
Tentang darah yang keluar ketika batuk
Warna darah biasanya merah cerah. Kadang-kadang lendir hanya berisi seperti coretan garis darah.
Hemopitisis sebagai tanda penyakit
Batuk darah dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius. Infeksi, kanker, dan masalah pada pembuluh darah paru-paru bisa menjadi penyebab batuk darah.
0 comments:
Post a Comment