Islam adalah agama universal yang mengatur seluruh aspek kehidupan mulai dari hal yang terkecil sampai hal yang terbesar, mulai dari pribadi sampai dengan masyarakat.


    

Dalam tulisan ini, saya akan fokus kepada sikap muslim kepada dirinya sendiri. Banyak pertanyaan yang ditanyakan, misalnya: bagaimana sikap muslim kepada dirinya sendiri? Bagaimana seorang muslim memperlakukan dirinya sendiri? Apa saja yang harus diperbuat seorang muslim untuk dirinya? Apa adab muslim terhadap diri sendiri?

Semoga dengan membaca artikel ini, Anda dapat memahami adab seorang muslim atau akhlak muslim terhadap diri sendiri. Selamat membaca untuk sobat saya semuanya. Siapkan teh hangat sebagai teman dalam membaca, membaca perlahan kata demi kata sampai berakhirnya tulisan ini, dengan begitu semoga dapat memahami serta mengamalkannya.

adab muslim sehari hari terhadap diri sendiri

Pribadi Muslim Yang Paripurna

Individu muslim yang paripurna adalah individu yang selalu memperhatikan keadaan luarnya sebagaimana ia selalu memperhatikan keadaan dalamnya. Keadaan luar maksudnya adalah kondisi fisiknya atau jasmaninya. Sedangkan keadaan dalamnya adalah kondisi hatinya, jiwanya, pemikirannya (ruhaninya).

Seorang muslim yang prima dan cerdas adalah sosok pribadi yang memperhatikan keduanya. Ia tahu apa saja hal yang membuat jasad dan hatinya menjadi indah. Indah dalamnya dan indah diluarnya.

Perhatian kepada jasmaninya


Pribadi yang memperhatikan dan menjaga kondisi tubuh dan jasmaninya berarti ia selalu melakukan hal-hal yang membuat keadaan jasmani (dan yang berkaitan dengannya) tetap dalam kondisi yang prima.

Contoh adab dan akhlak terhadap jasmani

Sebelumnya telah saya sebutkan bahwa seorang yang cerdas dan paripurna menjaga jasmani (dan hal yang berkaitan dengannya) agar tetap dalam kondisi yang indah dan menawan.

Di bawah ini adalah contoh bagaimana pribadi muslim memperlakukan dirinya sendiri:

1. Ia makan dan minum dengan makanan yang bergizi

Ia tahu bahwa tubuhnya diciptakan Allah dengan sempurna, oleh karena itu ia mensyukuri nikmat tubuh yang sempurna dengan memberi asupan tubuhnya dengan makanan yang halal dan baik.

Ia makan dengan tidak berlebihan alias tidak rakus. Dan ia juga berusaha mencari rezeki yang halal agar ia dan keluarganya tidak kekurangan makanan.

Ia tidak akan pernah memasukkan makanan dan minuman yang haram yang merusak tubuhnya.

Dalil yang berkaitan dengan hal di atas:

1a. Quran surah Al-A'raaf ayat 31.

Dalam ayatnya ada kalimat yang bermakna kurang lebih sebagai berikut
Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Sumber: http://quran.ksu.edu.sa/index.php?l=en#aya=7_31&trans=id_indonesian

1b. Sabda Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam yang maknanya kurang lebih adalah
Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya, maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya. (HR. Ahad, Ibnu Majah)
Sumber: http://muslimah.or.id/52-adab-adab-makan.html

2. Ia tidur dengan cukup dan melakukan olah-raga

Pribadi muslim yang berkualitas itu mengetahui bahwa tubuhnya punya hak istirahat. Oleh karena itu ia tidur cukup. Tidak begadang, kecuali ada hal-hal yang penting yang harus ia kerjakan.

Disamping itu, untuk tetap sehat, selain makan dan minum yang bergizi, ia juga melakukan olah-raga secukupnya dan tidak berlebihan.

3. Membersihkan badan dan pakaian

Ia penyuka kebersihan. Ia mandi setiap hari membasuh tubuh mulai dari rambut kepala sampai ujung kaki. Ditambah lagi berwudhu untuk melakukan shalat lima waktu dan shalat sunnah.

Ditambah lagi, ia bersihkan pakaian, sepatu, kaos kaki, topi, tas, dan seluruh hal yang berkaitan dengan tubuhnya. Ia merasa nyaman dengan kebersihan dan kerapihan tubuhnya.

4. Menjaga seluruh anggota tubuhnya

Ia menjaga anggota tubuhnya dengan baik. Ia jaga matanya agar dapat melihat dengan baik. Ia rawat telinganya agar dapat mendengar dengan sempurna. Ia perhatikan tangan dan kaki. Ia bersihkan mulut dan giginya. Ia rawat rambutnya. Dan seterusnya.

cara muslim paripurna menjaga kesehatan jasmani

Perhatian kepada ruhaninya

Saya telah memberikan contoh bagaimana seorang muslim bersikap terhadap dirinya, cara merawat jasmaninya, menjaga tubuhnya, dan memelihara hal-hal yang terkait dengan tubuhnya seperti pakaian dan lainnya.

Sekarang saya ajak sobat untuk melihat bagaimana pribadi muslim paripurna mengatur dan memelihara ruhani.

Contoh adab dan akhlak terhadap ruhani


Saya ulangi lagi, yang dimaksud dengan ruhani ini adalah selain jasmani, yaitu: hati, jiwa, pikiran.

Di bawah ini adalah contoh bagaimana seorang muslim merawat ruhaninya:

1. Memelihara akal fikiran

Sosok muslim cerdas adalah seorang yang menjaga akal fikirannya. Ia memberi makan akalnya sebagaimana ia memberi makan tubuhnya. Apa makanan akal? Akal fikiran diberi makanan dengan ilmu pengetahuan.

Ia senantiasa belajar ilmu (terutama ilmu syar'i), menghafalnya, memahaminya, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada karib kerabat.

Ia konsisten menuntut ilmu sampai ia diwafatkan oleh Allah. Sebab dengan itulah ia bersyukur kepada Allah atas nikmat otak, akal, dan fikiran.

Diantara dalil menuntut ilmu adalah sebagaimana makna hadits di bawah:
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (HR. Ibnu Majah, shahih)
Sumber: http://muslim.or.id/18863-gapai-surga-dengan-ilmu-agama.html

1a. Mengetahui hal-hal fundamental yang setiap muslim harus ketahui

Seorang pribadi cerdas adalah seorang yang mengetahui hal-hal sangat penting yang harus diketahuinya agar ia selamat di dunia dan selamat di akhirat.

Untuk mengetahui hal tersebut adalah dengan ilmu. Ilmu didapat dari belajar kepada guru. Atau dengan membaca dan mendengar kajian ilmiah. Juga bisa didapat dari sharing pengalaman dari teman, dan seterusnya.


Pada intinya ia tak henti belajar dan belajar sampai diwafatkan oleh Allah Ta'ala.

Adapun contoh hal-hal fundamental yang harus diketahui setiap muslim adalah Tauhid, Aqidah, membaca Al-Qur'an, ibadah dan tata-caranya seperti shalat, puasa, dan lain lain.

1b. Mengetahui ilmu yang sesuai dengan minatnya

Selain ilmu syar'i, seorang muslim yang istimewa adalah mengetahui tentang ilmu yang sesuai dengan bidangnya, seperti: ilmu komputer, science, management, dan seterusnya.

Yang terutama adalah life skill. Itulah hal yang harus dikuasai setiap muslim, sehingga ia bisa mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.

2. Merawat hati dan jiwa

Ia sadar sepenuhnya bahwa hati merupakan pokok dari semua kehidupan. Apabila hati baik, maka seluruh tubuh (jasmani) akan baik, sebaliknya jika hati buruk maka tubuhpun akan menjadi buruk. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang kurang lebih maknanya adalah:
Sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila ia baik, baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati
Sumber: http://almanhaj.or.id/content/2893/slash/0/antara-ketenangan-jiwa-kedamaian-hati-dan-sebuah-kebenaran/

2a. Menjaga hati dengan beribadah kepada Allah

Ia tahu karena telah menuntut ilmu. Ia tahu bahwa ia diciptakan oleh Allah agar ia beribadah kepada Allah. Lihat Al-Qur'an surat Adz-dzaariyat:56 yang maknanya kurang lebih adalah
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku
Sumber: http://quran.ksu.edu.sa/index.php?l=en#aya=51_56

Iapun mengetahui bahwa dzikir dan doa adalah salah satu bentuk ibadah. Dengan berdzikir kepada Allah maka hati menjadi tenang. Tenangnya hati membuat tenangnya jiwa, pikiran, sehingga tubuh menjadi sehat. Kuatnya jiwa membuat kuat jasmani.

2b. Menjaga jiwa dengan bergaul dengan orang shalih

Lingkungan pergaulan dapat membentuk karakter seseorang. Lingkungan yang baik akan mempengaruhi serta membuat seseorang yang berada di lingkungan tersebut baik. Sebaliknya lingkungan buruk membuat seseorang menjadi buruk (kecuali orang yang dirahmati oleh Allah).

Ia sadar akan hal itu, maka ia mencari lingkungan yang baik. Ia berteman dengan orang shalih. Dengan orang yang mengingatkannya ketika ia lalai dan lupa. Dengan sosok yang mengajaknya berbuat kebaikan.

Jiwanya bertambah subur akibat disiram oleh lingkungannya yang baik.

Itulah cara ia menjaga hatinya agar tetap lurus di jalanNya.

Apa saja yang harus diperbuat seorang muslim untuk dirinya

Penutup


Telah saya jelaskan tentang adab muslim kepada dirinya. Semoga saya dan sobat semua dapat meresapi ilmu ini dan mempraktekkannya sebagai buah dari pengamalan ilmu.

Semoga saya masih dapat menuliskan hal yang bermanfaat lainnya di blog ini. Terima kasih telah membaca tulisan ini.



0 comments:

Post a Comment