Tentang
self-efficacy, saya telah sedikit mendokumentasikan definisinya pada artikel sebelumnya.
Setelah mengetahui pentingnya self-efficacy bagi anak, maka pada artikel ini saya akan menguraikan tentang salah satu cara untuk mendorong atau meningkatkan self-efficacy pada anak.
Perbandingan anak yang mempunyai tingkat self-efficacy yang tinggi dan yang rendah
Anak yang mempunyai tingkat self-efficacy yang tinggi, ia akan percaya bahwa ia mempunyai kemampuan dan ilmu pengetahuan untuk menguasai dan menyelesaikan berbagai tugas mulai dari yang ringan sampai yang berat.
Jika solusi tidak dapat dicapai dengan mudah, ia tetap terus mencoba, semangat berusaha lebih keras dan mencari jalan lain untuk mencapai tujuan.
Satu lagi, ia mampu dengan mudah melakukan pemulihan diri sendiri jika menemukan rintangan atau kegagalan, karena anak yang mempunyai tingkat self-efficacy yang tinggi itu menyukai tantangan.
Sebaliknya, anak yang mempunyai tingkat self-efficacy yang rendah, ia ragu apakah ia bisa menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan atau tidak.
Jika ia menemukan kesulitan dan rintangan, ia mudah menyerah.
Terakhir, ia adalah orang yang tidak suka tantangan dan lingkungan yang baru.
Menumbuhkan self-efficacy pada anak sejak dini
Merangsang dan menumbuhkan sikap self-efficacy dilakukan sedini mungkin, salah satunya dengan cara:
- Bayi: biarkan ia eksplor dunia sekelilingnya, dengan catatan dalam batas keamanan.
- Balita: ajak ia untuk berpartisipasi untuk mengerjakan tugas harian, dengan catatan aktivitas yang dilakukan balita sesuai dengan umurnya.
- Preschool: mengulang-ulang aktivitas yang telah dilakukan sebelumnya dan mencoba melakukannya dengan teman sebaya. Ketika ia sudah terbiasa melakukan, kemampuannya akan meningkatkan dan rasa percaya dirinya akan bertambah.
Sumber:
http://msue.anr.msu.edu/news/self_efficacy_is_important_to_your_young_child_part_1
Contoh menanamkan self-efficacy kepada anak melalui aktivitas orang-tua yang melibatkan anak
Anak selalu mengamati apa yang kita lakukan dan bagaimana pendekatan kita dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan atau sebuah masalah.
Jika kita pernah mengeluh dan berhenti mencoba sesuatu pekerjaan, dan itu kita lakukan di depan anak kita, maka ia mengamati kita, ia akan belajar dari sikap kita yang mempunyai rasa percaya diri yang rendah dan cepat menyerah.
Untuk mendorong
self-efficacy, salah satu contohnya adalah buat aktivitas sederhana dan libatkan anak di dalamnya. Tunjukkan sikap percaya diri dalam menyelesaikan aktivitas tersebut sehingga anak meniru sikap kita.
Inti dari aktivitas di atas adalah:
1. Memberi anak pilihan dan mendorongnya untuk mengeksplorasi pilihan lain.
2. Memberi anak tanggung-jawab dan kesempatan untuk sukses.
3. Memberi anak waktu untuk mengulang-ulang pengalaman dalam rangka mengasah keterampilannya.
Sumber:
http://msue.anr.msu.edu/news/how_to_support_your_childs_development_of_self_efficacy_part_2
0 comments:
Post a Comment