Bandura pada tahun 1986 menyebutkan bahwa goal/tujuan akan memacu seseorang untuk melakukan self-evaluation. Self-evaluation ini sangat berpengaruh terhadap motivasi seseorang karena ia akan tahu sudah sejauh mana ia melangkah untuk mencapai tujuan.

Saya sudah mencatat dan menunjukkan di postingan sebelumnya tentang contoh form evaluasi (feedback) dari short-term goal. Itulah salah satu alat untuk melakukan feedback atas usaha untuk meraih tujuan/goal. Baca di sini.


feedback dan evaluasi goal dapat meningkatkan motivasi


Inti dari aktivitas feedback atau evaluasi


Melakukan feedback atau evaluasi intinya adalah aktivitas membandingkan antara goal dan feedback, atau antara goal dan pengetahuan terhadap hasil dari upaya yang dilakukannya (hasil kemajuan atau hasil perkembangan).

Dari contoh pada postingan sebelumnya, kita tahu bahwa goal yang ditulis pada form itu berisi goal/tujuan itu sendiri dan rencana jenis/langkah/upaya/usaha yang akan dilakukan untuk mencapainya.
Dengan adanya aktivitas feedback/evaluasi, maka seseorang akan melakukan perbandingan dan evaluasi antara langkah yang sudah ditempuh terhadap hasil yang sudah diperoleh. Apakah sudah puas atau atau belum dengan hasil yang dicapai. Di bawah ini adalah tujuan utama dilakukan evaluasi atau feedback.


melihat level kepuasan dalam upaya mencapai tujuan dalam melakukan feedback


Tujuan feedback atau evaluasi adalah 


1. Membuat seseorang dapat memodifikasi goal yang lebih realistis.

2. Melacak (tracking) performa seseorang dalam usaha mencapai tujuannya.

3. Mengetahui apakah aktivitas yang dilakukannya itu mendekatkan diri pada tujuan atau menjauhkan diri pada tujuan.

4. Ini terkait dengan poin satu, melalui feedback atau evaluasi, kita bisa memodifikasi strategi beserta langkah untuk mencapai tujuan.

Jadi kita bisa melakukan adjustment (modifikasi) terhadap dua hal, apakah itu adjustment goal atau adjustment strategi mencapai tujuan.

Pertanyaan:

Apakah yang harus lebih difokuskan dalam feedback/evaluasi, apakah perkembangan yang sudah dicapai atau discrepancy (kesenjangan yang mencolok antara tujuan yang diinginkan dengan hasil yang telah dicapai)?

Jawab:

Menurut Bandura (1993), sebaiknya yang ditekankan adalah fokus kepada progress yang sudah dicapai. Menurutnya, ketika yang ditekankan progress/perkembangan, akan meningkatkan self-efficacy dan meningkatkan personal capabilities. Sebaliknya, jika fokus kepada defisiensi atau kesenjangan maka akan mengurangi kepercayaan diri.

0 comments:

Post a Comment